Dijepret, Mestro kita ikutan eksis

Suasana persiapan kegiatan Pameran Lukisan Cekakik Siswa MA Ma'arif NU Kepung 2013, Tampak para siswa sibuk dengan tugasnya masing-masing yang dipandu sendiri oleh Bpk. MK Nur Habib sebagai Guru Seni di madrasah ini - www.cekakikart.tk

Konjen Amerika Sempatkan Nonton Lukisan Cete

Foto Bpk. Zainul Abidin (kiri)dan pengunjung bersama Mr. Kenh, USA. dalam Kegiatan Pameran Lukisan Cekakik Siswa MA Ma'arif NU Kepung tahun 2012 - www.cekakikart.tk

Anak Dengan Keterbatasanpun Tak Kalah Dengan Seniman

Foto Bpk. MK Nur Habib memberikan hadiah kepada seorang anak yang hidup dengan keterbatasan fisik (tuna rungu) dari lomba melukis cekakik dalam rangka memperingati HUT Ke-1 Paguyuban Puspa Swara - www.cekakikart.tk

Sang Inspirator

Foto KH. Mahmuddin (nomor tiga dari kanan) bersama keluarga, beliau adalah sang inspirator lukisan cekakik yang hingga sekarang ini masih dikembangpesatkan oleh generasi kerturunannya, Bpk. MK Nur Habib - www.cekakikart.tk

Habib Melukis Dirinya Sendiri

Foto ketika Bpk. MK Nur Habib melukis dirinya sendiri saatmasa mudanya ditahun 1996.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label History Of Cekakik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History Of Cekakik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

KOMUNITAS YANG BERPERAN AKTIF DIDUNIA SENI

Suasana persiapan pameran lukisan cekakik 2013
                Kontingen MA Ma'arif NU Kepung

Bagi siswa MA Ma’arif NU Kepung dalam pelajaran kesenian yang dikenal dengan Lukisan Cekakik itu suatu  aktifitas yang menyenangkan dan sangat berkesan, bagaimana tidak? Hanya bermodal kertas, cekakik atau ampas kopi dan sebatang korek api bisa menciptakan sebuah karya seni yang sangat artistik dan bernilai jual tinggi. Hal ini mendorong seorang guru seni MA Ma’arif NU Kepung, MK Nur Habib memikirkan sebuah wadah silaturrohim antar seniman aliran seni cekakik dan siswa MA Ma’arif NU Kepung. Mengapa kami menyebutnya “Aliran Seni Cekakik”, karena lukisan yang dibuat dari bahan limbah ini telah diakui menjadi aliran baru dalam dunia seni oleh museum NU Nasional dalam pameran lukisan cekakik yang diselenggarakan dimuseum NU Nasional bertemakan Gus Dur Waliyullah. Tidak hanya itu, dunia internasional pun telah memberikan peghargaan terhadap aliran seni baru ini.

Harapan beliau agar terjalin persaudaraan yang erat serta interaksi positif mengenai Seni Lukisan Cekakik. Akhirnya dibentuklah sebuah wadah silaturrahim, pengembangan diri dan sarana komunikasi yang diberi nama paguyuban Cekakik Artist Community. Visi misi dari kounitas ini adalah untuk menggali kemampuan diri agar seluruh anggota dapat menemukan dan memupukkembangkan bakat melukis, berlatih melukis dengan media cekakik hingga terampil dan ahli serta mempersembahkan hasil karya lukisan cekakik kepada khalayak luas serta mengajak masyarakat luas untuk melukis dengan cekakik, menikmati, memperhatikan dan mendapatkan kemanfaatan lukisan cekakik dalam rangka harmonisasi kehidupan lahir batin dan dunia akhirat.

Kegiatan nyata yag dilakukan olekh komunitas ini selain menjual lukisan cekakik melalui kegiatan pameran lukisan cekakik dan silaturrohim antar pelukis cekakik, juga melaksanakan kegiatan promosi lukisan cekakik , diskusi, seminar, sarasehan, kajian ilmiah, simposium  dalam bidang seni budaya, khususnya perkembangan lukisan cekakik dan pengabdian masyarakat.

Keanggotaan dari Cekaik Artist Community ini adalah pertama dari kategori anggota biasa, yakni mereka pelukis cekaik yang berasal dari siswa maupun alumi MA Ma’arif NU Kepung, entah itu aktif maupun tidak, dan pelukis dari kalangan umum yang berminat mempelajari dan menjadi pelukis cekakik. Kedua, adalah anggota Luar Biasa. Anggota yang termasuk dalam kategori ini adalah masyarakat umum pecinta dan penikmat lukisan cekakik, serta para kolektor seni. Ketiga, yang masuk dalam kategori anggota keghormatan adalah paratokoh masyarakat yang peduli terhadap pengembangan lukisan cekakik, para kritikus lukisan, pejabat pemerintahyang berjasa dalm pengembangan lukisan cekakik, dan para awak media massa. Keempat, yaitu anggota istimewa adalah para pejabat tinggi Negara yang berkenan mengoleksi lukisan cekakik. Sifat ari keangotaan Cekakik Artist Community adalah sukarela. Jadi dengan adanya komunitas ini semoga akan tercipta jaian hubungan ang terus-menerus, sambung-menyambung antara guru, murid dan alumni MA Ma’arif NU Kepung serta masyarakat untuk tetap menjaga tali silaurrahim ang dilandasi komitmen saling mendoakan selama-lamanya, serta semoga dengan adanya komunitas ini nantinya dapat menjunjung citra baik Negara Indonesia yang kaya akan kesenian budayanya.

Minggu, 26 Mei 2013

SEJARAH SINGKAT LUKISAN CEKAKIK



Latar belakang adanya lukisan dari bahan cekakik ini berasal dari seorang inspirator seni, KH. Mahmuddin desa Tambakrejo, Gurah, Kediri. Beliau menemukan ide lukisan cekakik ini ketika beliau mengikuti pertemuan Petani Tebu Sukses Se-Jawa Timur di Surabaya pada tahun 1978. Pada salah satu season refresing, para peserta pertemuan mengisinya dengan kegiatan melukis bersama, ada yang memakai cat air, cat minyak, maupun dengan bahan yang lazim dipakai. Ketika itu, beliau melihat lukisan mereka dan mengakui lukisan mereka sangat indah, lalu beliau berfikir, jika beliau mengikuti mereka pastilah akan terlihat monoton dan tidak menarik, akhinya ketika beliau akan membeli secangkir kopi, beliau menemukan ide bagus, beliau memikirkan lukisan menggunakan bahan dari cekakik atau endapan wedang kopi. Tanpa berpikir panjang, beliau mencoba melukis abstrak dengan cekakik dan sebatang korek api,wal hasil lukisan yang beliau buat nampak indah dan unik.

Setelah pertemuan petani tebu suksesse-jawa timur selesai, beliau pulang kedalemnya (rumah). Beliau mengajarkan ilmunya itu pada salah seorang santrinya yang sangat gemar menggambar, ia adalah MK. Nur Habib. Setelah ilmu itu didapatkan Habib, ia mencoba membuat lukisan cekakik sedehana dan mengikutkannya kesuatu acara pameran, ternyata langsung dikoleksi seorang kolektor seni. Semula Habib mengeluh dengan lukisannya yang mudah rontok saat telah kering, lalu Habib melakukan penelitian tentang lukisan cekakik selama 12 tahun, hingga akhirnya ia menuai berbagai hasil yang sungguh menakjubkan, lukisan cekakik ini akhirnya diakui oleh museum NU nasional sebagai aliran lukisan baru, yakni aliran cekakik.

MK Nur Habib mengajarkan ilmunya dan hasil penelitiannya pada seluruh senimanorang-orang yang meminatinya, dan salah satunya ditempatnya mengajar, yakni MA Ma’arif NU Kepung. Spara siswanya tampak sangat antusias mengikuti jejak gurunya itu. Tidak berhenti disitu saja, MK Nur Habib mengikutkan hasil lukisan para siswanya pada pameran yang dihadiri oleh berbagai seniman Indonesia maupun manca Negara, dan tak sedikit yang dari seiman Indonesia yang mengkoleksi hasil lukisan para siswanya. Bahkan seniman mancanegara pun ada yang mengkoleksinya dan membawanya keneraga asal, ada dari Jepang, Belanda, Amerika, dan Malaysia. Hinga kini, perkembangan lukisan cekakik sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat, karena beberapa media massa dan televisi pernah menerbitkan acara pameran lukisan ekakik yang diadakan MK Nur Habib.

Selasa, 21 Mei 2013

CEKAKIK AKAN JADI ALIRAN BARU




siapa sih orang pribumi yang tidak mengenal cekakik? endapan hasil seduhan kopi bubuk yang terlihat sama sekali tidak berguna. banyak orang indonesia yang masih melihat sebelah mata benda yang sangat berguna ini, mengapa saya mengatakan berguna? karena suatu hal yang berilai seni tinggi bisa tercipta oleh benda yang selama ini telah diabaikan dan dibuang begitu saja. Orang-orang yang awam dalam bidang seni mungkin akan berkomentar tak sedap mengenai lukisan yang masih asing dimata mereka, karena selama ini mereka hanya menilai lukisan indah itu hanya bisa diciptakan dari cat air, cat minyak, air brush, dan semacamnya. 
 Tapi, saya yakin, orang-orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi pasti akan mengatakan hal yang sama dengan saya, mereka melihat sesuatu hal yang berbeda. Mungkin sekilas nampak aneh dan jelek, namun bila di perhatikan dengan seksama maka tak ayal jika akan terlihat ke-artistikannya lukisan ini. Turis-turis asing (mancanegara) seperti dari jepang, malaysia dan amerika ada yang telah menyaksikan sendiri lukisan cekakik ini dan mereka mengatakan, “luar biasa dan indah”, bahkan ada dari para turis mancanegara yang menyaksikan sendiri menginginkan lukisan ini menjadi koleksi seni mereka da berani membayar mahal. Dalam jangka beberapa waktu, mungkin lukisan cekakik sebentar lagi akan menjadi aliran baru dalam dunia seni lukis.

Halaman